KKN Posko 90 UIN Ws Bangun Kebiasaan Peduli Lingkungan di sd sarirejo 02

Demak, 20 Agustus 2026 -- Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan dapat dimulai dari hal sederhana, salah satunya dengan membiasakan anak mengenali dan memilah sampah sesuai jenisnya. Hal tersebut dilakukan oleh mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 90 melalui kegiatan edukasi pemilahan sampah di SDN Sarirejo 02, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, pada kamis (20/8/2026).Kegiatan yang berlangsung pada pukul 07.30-08-15 WIB tersebut dilaksanakan di lapangan sekolah dan diikuti siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6. Kegiatan dilaksanakan setelah pembacaan Asmaul Husna bersama sebagai bagian dari upaya mengintegrasikan nilai kepedulian terhadap lingkungan dalam aktivitas siswa sehari-hari.Kegiatan ini turut didampingi oleh guru kelas 1 hingga kelas 6 serta Kepala SDN Sarirejo 02, Sri Rahayu, S.Pd. kehadiran pihak sekolah turut mendukung kelancaran kegiatan edukasi dan praktik pemilahan sampah yang dilakukan oleh para siswa.
Dalam sesi edukasi, mahasiswa KKN MIT ke-22 Posko 90 menjelaskan kepada siswa mengenai perbedaan antara sampah organik dan sampah anorganik. Para siswa diberikan pemahaman bahwa sampah yang sulit atau membutuhkan waktu lama untuk terurai secara alami. Beberapa contoh yang diperkenalkan secara langsung antara lain botol plastik, plastik kemasan, dan berbagai sampah berbahan plastik.
Sementara itu, siswa juga dikenalkan dengan sampah organik, yaitu sampah yang relatif mudah terurai secara alami. Contohnya adalah daun, sisa makanan, kulit buah, dan sisa sayuran. Mahasiswa menjelaskan bahwa sampah organik juga dapat dimanfaatkan kembali, antara lain untuk pembuatan kompos maupun eco enzyme.
Agar materi yang diberikan tidak hanya dipahami secara teori, mahasiswa KKN Posko 90 menyediakan dua tempat sampah yang telah diberi tulisan "Organik" dan "Anorganik". Para siswa kemudian diajak mengikuti praktik pemilahan sampah secara langsung di lingkungan sekolah.
Setiap siswa diberikan kesempatan untuk mencari dan mengambil sampah yang berada di sekitar lapangan. Siswa diminta mengumpulkan lima sampah dengan dua jenis berbeda, yaitu sampah organik dan anorganik. Setelah itu, siswa maju secara bergantian berdasarkan kelas untuk memasukkan sampah yang telah ditemukan ke tempat sampah sesuai dengan jenisnya.
Kegiatan praktik tersebut membuat proses pembelajaran menjadi lebih interaktif. Para siswa tidak hanya mendengarkan penjelasan, tetapi juga belajar mengidentifikasi jenis sampah yang mereka temukan secara langsung di lingkungan sekolah. Melalui kegiatan sederhana tersebut, siswa diajak memahami bahwa setiap sampah perlu diperlakukan dan dikelola sesuai dengan jenisnya.
Mahasiswa KKN MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 90 berharap kegiatan ini dapat menjadi langkah awal dalam membangun kebiasaan positif bagi siswa SDN Sarirejo 02. Kesadaran untuk memilah dan membuang sampah sesuai jenisnya diharapkan dapat diterapkan tidak hanya di lingkungan sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan sekitar.
Melalui edukasi yang dilakukan sejak dini, kebiasaan menjaga kebersihan diharapkan dapat tumbuh menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Sebab, menjaga lingkungan tidak selalu harus dimulai dari tindakan besar, tetapi dapat dimulai dari satu langkah sederhana: mengenali, memilah, dan membuang sampah pada tempatnya.
Penulis : Tim KKN MIT ke-22 Posko 90
Berita Terkait
PendidikanSemarakkan Pagi dengan Kreativitas dan Keceriaan KKN MIT Posko 90 UIN ws
kegiatan sepeda hias bersama sd sarirejo 02 dan kkn mit ke-22 posko 90 uin walisongo semarang berlangsung meriah dalam menyambut hut ke-81 kemerdekaan
Pendidikancegah bullying sejak dini, mahasiswa kkn uin ws gelar edukasi anti-bullying
Stop Bullying! Mahasiswa KKN UIN Walisongo edukasi 57 siswa SDN Sarirejo 02 melalui metode interaktif dan menyenangkan untuk cegah perundungan sejak dini

